Berita

David Solomon/Net

Dunia

Bos Goldman Sachs Minta Maaf Soal Skandal 1MDB Di Malaysia

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 13:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bos baru Goldman Sachs, David Solomon, meminta maaf kepada Malaysia atas peran yang dimainkan mantan rekannya dalam skandal korupsi dana pembangunan negara 1MDB.

Namun dia menekankan bahwa Goldman tidak terlibat dalam skema tersebut. Dia hanya menekankan bahwa Goldman, yang telah membantu mengumpulkan uang untuk dana itu, telah tertipu tentang perincian dari kesepakatan yang dibangun.

Permintaan maaf ini dikeluarkan setelah Malaysia bulan lalu mengajukan tuntutan pidana terhadap Goldman terkait skandal korupsi yang juga menyeret nama mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak.


Otoritas Malaysia menuduh bank investasi itu membantu menyalahgunakan uang yang dimaksudkan untuk dana tersebut. Amerika Serikat juga menyelidiki peran Goldman dalam skandal tersebut.

Tim Leissner, yang menjabat sebagai ketua Goldman South East Asia, mengaku bersalah di Amerika Serikat bulan lalu karena perannya dalam skema pencucian uang dan penyuapan. Leissner sendiri telah meninggalkan Goldman pada tahun 2016.

"Sangat jelas bahwa rakyat Malaysia ditipu oleh banyak orang," kata Solomon seperti dimuat BBC.

"Untuk peran Leissner dalam penipuan itu, kami meminta maaf kepada rakyat Malaysia," katanya.

Dia menambahkan bahwa Leissner sengaja menyembunyikan bagian dari kesepakatan dari karyawan Goldman yang ditugasi untuk meninjaunya.

Lebih lanjut Solomon mengatakan bahwa skandal itu telah merusak reputasi bank, tetapi dampak keseluruhan pada hubungan klien sangat minim.

"Ini adalah masa yang sulit, tetapi saya bangga tentang bagaimana perusahaan kami tetap fokus pada klien kami," tambahnya.

Goldman diketahui membantu mengumpulkan uang untuk 1MDB, dengan menjamin lebih dari 6 milyar dolar AS obligasi dalam tiga penawaran terpisah antara tahun 2012 dan 2013. Perannya itu menghasilkan 600 juta dolar AS.

Sebagian besar uang yang dimaksudkan untuk dana tersebut diduga telah digelapkan dan digunakan untuk membeli karya seni, properti, jet pribadi dan bahkan untuk membiayai film Wolf of Wall Street yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio.

Mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak termasuk di antara mereka yang dituduh mengantongi uang itu. Najib membantah bersalah atas tuduhan tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya