Berita

Gutteres/Net

Dunia

Sepertiga Pekerja PBB Mengalami Pelecehan Seksual Dua Tahun Terakhir

RABU, 16 JANUARI 2019 | 20:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sepertiga staf dan kontraktor PBB mengaku pernah mengalami pelecehan seksual selama dua tahun terakhir. Begitu bunyi laporan terbaru yang dikeluarkan PBB awal pekan ini.

Survei online itu dilakukan oleh Deloitte pada bulan November dan diterbitkan pada hari Selasa (15/1).

Menurut laporan itu, 21,7 persen responden mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran kisah seksual atau lelucon yang tidak sopan, 14,2 persen menerima komentar ofensif tentang penampilan, tubuh, atau kegiatan seksual mereka, dan 13 persen menjadi sasaran upaya yang tidak disukai untuk menarik mereka ke dalam diskusi tentang masalah seksual.


Sekitar 10,9 persen mengatakan mereka menahan gerakan atau penggunaan bahasa tubuh yang bersifat seksual, yang membuat mereka malu atau tersinggung, dan 10,1 persen tersentuh dengan cara yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Lebih dari setengah dari mereka yang mengatakan mereka mengalami pelecehan seksual mengatakan hal itu terjadi di lingkungan kantor, sementara 17,1 persen mengatakan itu terjadi di sebuah acara sosial terkait pekerjaan.

Namun, hanya satu dari tiga orang yang mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan setelah mengalami pelecehan seksual.
Survei itu sendiri melibatkan 30.364 orang dari PBB dan agen-agennya. Namun, hanya 17 persen dari mereka yang memenuhi syarat.
Dalam sebuah surat kepada staf, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menggambarkan tingkat respons sebagai yang cukup rendah.

"Ini memberi tahu saya dua hal. Pertama bahwa kita masih harus menempuh jalan panjang sebelum kita dapat membahas pelecehan seksual secara penuh dan terbuka dan kedua bahwa mungkin juga ada rasa ketidakpercayaan yang berkelanjutan, persepsi tidak adanya tindakan dan kurangnya akuntabilitas," tulis Guterres seperti dimuat Al Jazeera.

Survei ini dilakukan di tengah gerakan "Me Too" yang lebih luas di seluruh dunia melawan pelecehan dan kekerasan seksual.

Langkkah itu juga sejalan dengan upaya PBB untuk meningkatkan transparansi dan menyangkal tuhan semacam itu selama beberapa tahun terakhir setelah serangkaian eksploitasi seksual dan tuduhan pelecehan terhadap pasukan penjaga perdamaian dunia di Afrika.

Guterres mengatakan laporan itu berisi beberapa statistik dan bukti serius tentang apa yang perlu diubah untuk menjadikan tempat kerja yang bebas pelecehan menjadi nyata.

"Sebagai organisasi yang didirikan atas dasar kesetaraan, martabat, dan hak asasi manusia, kita harus memimpin dengan memberi contoh dan menetapkan standar," tegasnya. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya