Berita

Pembagian bantuan makanan di Yaman/Reuters

Global

Konflik Belum Usai, PBB Kirim Makanan Bagi 9,5 Juta Warga Yaman

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 22:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Badan makanan PBB mengirimkan makanan darurat dan voucher untuk lebih dari 9,5 juta orang di Yaman pada bulan Desember 2018 lalu. Jumlah tersebut lebih sedikit dari target 10 juta setiap bulan di negara yang terancam kelaparan itu.

"Kami sedikit kurang dari 10 juta karena situasi aktual memperlambat distribusi di beberapa daerah. Keamanan di beberapa daerah tidak sebaik yang diharapkan," kata juru bicara Program Pangan Dunia (WFP) Herve Verhoosel dalam jumpa pers di Jenewa (Selasa, 15/1), seperti dimuat Reuters.

"Beberapa truk kami juga berhenti lebih lama dari biasanya di beberapa pos pemeriksaan keamanan," tambahnya.


Verhoosel kemudian mengklarifikasi bahwa angka-angka itu mewakili bantuan makanan yang dikirim ke pusat-pusat distribusi lokal di Yaman, tetapi belum semuanya diserahkan kepada penerima.

WFP sendiri saat ini sedang berusaha menjangkau sebanyak 12 juta orang yang berisiko kelaparan di Yaman.Pada bulan Desember dikatakan bahwa beberapa bantuan makanan yang dimaksudkan untuk Yaman dicuri dan dijual di beberapa daerah yang dikendalikan oleh milisi Houthi.

Di Yaman sendiri, perang selama hampir empat tahun menyebabkan kehancuran ekonomi dan meninggalkan 15,9 juta orang Yaman, atau 53 persen dari populasi, menghadapi kerawanan pangan akut dan kelaparan membayangi jika tindakan segera tidak diambil. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya