Berita

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying/Reuters

Global

Ditahan Di China, Mantan Diplomat Kanada Tidak Punya Kekebalan Diplomatik

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 05:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan diplomat Kanada Michael Kovrig yang ditahan di China dengan tuduhan membahayakan keamanan nasional, tidak berhak atas kekebalan diplomatik. Begitu penegasan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri China awal pekan ini (Senin, 14/1).

Diketahui bahwa akhir pekan kemarin, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menuduh China tidak menghormati prinsip-prinsip kekebalan diplomatik pasca penangkapan dua orang Kanada di China. Satu di antara mereka yang ditangkap adalah mantan diplomat Kanada.

Menanggapi hal tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa orang Kanada yang relevan harus dengan sungguh-sungguh mempelajari Konvensi Wina sebelum berbicara, sehingga tidak menjadi bahan tertawaan.


"Tidak peduli bagaimana Anda melihatnya, Michael Kovrig tidak memiliki kekebalan diplomatik di bawah Konvensi Wina," katanya seperti dimuat Reuters.

Kovrig sendiri saat ini sudah tidak melayani sebagai diplomat dan telah memasuki Tiongkok dalam perjalanannya yang terbaru dengan paspor reguler dan visa bisnis, dan bukan dengan paspor diplomatik.

Kovrig adalah salah satu dari dua orang Kanada yang ditahan di China beberapa hari setelah penangkapan Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei di Vancouver, atas permintaan Amerika Serikat.

Satu warga Kanada lainnya yang juga ditangkap adalah pengusaha Michael Spavor.

China tidak secara langsung mengaitkan penangkapan dua warga Kanada itu dengan penangkapan Meng di Kanada. Otoritas China menekankan bahwa kedua pria itu sedang diselidiki sesuai dengan hukum China. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya