Berita

Hamzah-Ma'ruf-Jokowi-Mega-JK/RM

Politik

Megawati: Tidak Ada Persoalan, Apalagi Dulu Ada Mega Bintang

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 18:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tiba-tiba mengungkap soal hubungan dia dan partainya dengan partai berbasis Islam di acara perayaan HUT PDIP Ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1).

Mega menunjukkan hubungan dirinya dengan PPP sebagai bukti.

Awalnya, di acara itu, Mega memberikan potongan tumpeng kepada tokoh sepuh PPP Hamzah Haz. Setelah itu Mega pun bercerita.


"Saya jadi wakil presiden kemudian akhirnya jadi presiden maka harus ada wakil presiden. Nah, saya enggak ikut-ikutan menentukan wakil presiden, akhirnya MPR putuskan Pak Hamzah Haz," ujar Mega.

Hamzah Haz yang saat itu merupakan Ketua Umum PPP unggul dalam voting yang dilakukan oleh anggota MPR. Mega jadi presiden menggantikan Abdurrahman Wahid yang dilengeserkan MPR tahun 2001. Hamzah Haz mengalahkan pesaingnya yakni Akbar Tanjung, Susilo Bambang Yudhoyono dan Agum Gumelar.

Bahkan Mega menceritakan hubungan baik dia dan PDIP dengan PPP terjalin pemilu 1997, atau pemilu terakhir sebelum Orde Baru runtuh.

Di pemilu itu Mega tidak ambil bagian karena dijegal oleh Soerjadi karena berseteru dengan PDI yang dipimpin oleh Soerjadi. Namun jelang pemilu dilaksanakan, membesar isu Mega-Bintang sebagai antitesa dari hegemoni Golkar selalu menang sejak Pemilu 1971. Isu ini muncul karena warga PPP dan PDI ingin perubahan, termasuk mengganti Presiden Soeharto. Agenda utama yang diusung adalah mendukung Megawati sebagai presiden dan wakilnya adalah Buya Ismail Hasan Metareum, bos PPP.

"Sampai hari ini guyub, nggak ada persoalan kok. Apalagi dulu ada "Mega Bintang", masih ingat nggak?" tandas Presiden kelima itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya