Berita

Hamdan Zoelva/Net

Politik

Pimpinan KPK Diteror, MN KAHMI: Jangan Sampai Terulang Kasus Novel

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 16:45 WIB | LAPORAN:

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) turut prihatin atas teror bom yang menimpa kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"MN KAHMI sangat menyayangkan peristiwa tersebut dan berharap pimpinan dan segenap aparat maupun unit kerja di KPK agar tetap memiliki tekad dan komitmen tinggi dalam memberantas korupsi secara berkeadilan dan berkelanjutan," kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva melalui siaran pers, Kamis (10/1).

MN KAHMI mendesak aparat kepolisian untuk bekerja secara progresif dan profesional untuk mengusut tuntas, menangkap aktor pelakunya.


"Jangan sampai terulang kembali kasus Novel Baswedan yang sampai saat ini belum ada kejelasan siapa pelakunya," tegas Hamdan. 

Kemarin, heboh kabar rumah Ketua KPK, Agus Rahardjo di Jati Asih, Bekasi mendapat kiriman paket diduga bom. Namun setelah dicek pihak kepolisian ternyata paket tersebut berisi potongan pipa yang dirakit mirip bom. Benda itu diduga diletakkan pukul 05.30 WIB di teras rumah Agus.

Berselang beberapa jam sebelumnya, rumah Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dilempari bom molotov. Seorang saksi mata menuturkan, sempat terdengar ledakan pada pukul 01.00 WIB. Baru pagi harinya, sopir mobil Laode menemukan pecahan botol berisi minyak dengan sumbu. Pada tembok dekat balkon lantai dua rumah Laode terdapat jejak hitam bekas asap.

"Teror bom molotov adalah bagian dari pengancaman dan tidak boleh dibiarkan," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Selain berpotensi menimbulkan keresahan dan memunculkan berbagai spekulasi, menurut Hamdan, peristiwa tersebut dapat menciptakan instabilitas politik menyongsong Pileg dan Pilpres mendatang. Karena itu ia mengimbau warga KAHMI di mana pun untuk waspada serta proaktif menyampaikan informasi

"Koordinasi dengan MN KAHMI, khususnya terkait dengan kejadian yang berpotensi menimbulkan instabilitas politik," tutupnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya