Berita

Ma'ruf Amin/Net

Politik

Drajad Wibowo: Mohon Diingat, Dulu Beliau (Ma'ruf Amin) Tersandung Esemka

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 12:03 WIB | LAPORAN:

Pernyataan calon wakil presiden, Ma'ruf Amin soal pembangunan infrastruktur terbengkalai jika Jokowi kalah Pilpres 2019 dikritik janggal.
"Waduh Pak Ma’ruf kok jadi aneh seperti itu ya? Mohon diingat, dulu beliau sudah tersandung Esemka Oktober 2018. Sekarang sudah 2019, Esemka-nya belum ada," cetus Wakil Ketua Dewan Kerhormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/1).

Drajad yang juga ekonomi menilai justru strategi infrastruktur pemerintahan Jokowi sangat keliru. Apalagi jika dilihat dari porsi APBN, pemerintah terlalu memaksakan diri dengan target yang terlampau dipaksakan, terkesan mengikuti siklus Pemilu. 

"Dampak negatifnya sudah banyak. Mulai dari pelaku bisnis yang stagnan bahkan melemah, hingga rumah sakit yang tagihannya belum dibayar BPJS Kesehatan dalam jumlah fantastis," tegasnya.

"Dampak negatifnya sudah banyak. Mulai dari pelaku bisnis yang stagnan bahkan melemah, hingga rumah sakit yang tagihannya belum dibayar BPJS Kesehatan dalam jumlah fantastis," tegasnya.

Ia mengaku sebetulnya segan untuk mengkritisi Ma'ruf Amin.

"InsyaAllah pernyataan Pak Ma’ruf itu keliru secara ekonomi. Kalau secara agama, biar para kyai, ulama dan habaib yang menilainya. Sejujurnya saya ewuh pakewuh hendak mengritisi beliau. Tapi sepertinya harus ada orang yang mengingatkan beliau," pungkasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya