Berita

Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Menapak 2024, Cak Imin Harus Fokus Bangun Basis Di Sumatera Barat

RABU, 09 JANUARI 2019 | 14:26 WIB | LAPORAN:

. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memiliki peluang besar maju di Pilpres 2024. Pasalnya keponakan mantan Presiden keempat RI KH. Abdurrahman Wahid itu memiliki modal sosial yang besar.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/1).

"Saya lihat ini dilakukan tahun 2018 kemarin di mana-mana dia (Cak Imin) memasang baliho dan ini cukup efektif hingga membawa PKB masuk 5 besar jajaran parpol di Indonesia," ujar Jerry.


Maka dari itu sudah saatnya Cak Imin dari sekarang berkonsentrasi untuk mengkapitalisasi dirinya terutama di basis-basis yang suara NU menjadi minoritas.

Misalnya Sumatera Barat, beberapa analisa menunjukkan bahwa sudah sepatutnya Cak Imin konsentrasi di daerah ini karena sejak dulu daerah ini merupakan basis kuat Muhammadiyah.

Jerry memandang, setidaknya provinsi beribukota Padang ini bisa menjadi role model untuk daerah-daerah lainnya. Jika di Sumatera Barat suara Cak Imin bagus, daerah lain tentunya akan mudah ditaklukkan.

"Kalau mau menang di 2024 maka PKB harus memperkuat grass root terutama di daerah Sumatera Barat. Pengkaderan merupakan harga mati jika partai ini punya prospek lolos PT 4 persen,” ungkap Jerry.

Usai Jokowi terpilih dua periode, kans Cak Imin kian besar untuk menapak 2024. Branding Cak Imin dan PKB saat ini sudah terbangun cukup baik.

"PKB brandingnya naik dan ini guaranted untuk Pilpres 2024 the next Joko Widodo. Saya lihat kemarin Cak Imin ngotot jadi cawapres bahkan awalnya capres menjadi bagian strategi politiknya untuk menaikkan brandingnya," demikian Jerry. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya