Berita

Diskusi bertajuk "2019, Adios Jokowi?"/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Dana Desa Termasuk Bansos Adalah Hak Rakyat, Tidak Ada Urusan Dengan Pilpres

RABU, 09 JANUARI 2019 | 13:58 WIB | LAPORAN:

. Kubu oposisi diingatkan untuk menjelaskan kepada publik tentang beberapa program pemerintah Presiden Joko Widodo. Utamanya program penyaluran dana seperti Dana Desa, Dana Kelurahan dan dana bantuan sosial (Bansos).

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengingatkan tentang itu langsung kepada Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno yang hadir dalam diskusi bertajuk "2019, Adios Jokowi?" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 93, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

"Saya mengusulkan kepada Sandi dan Pak Prabowo. Umumkan kepada rakyat bahwa uang itu adalah uang anda (rakyat). Anda terima itu karena itu adalah hak anda. Tidak ada urusan dengan politik," tegas Fahri.


Penjelasan itu ditegaskannya sangatlah penting. Sebab, menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2019 pada 17 April, Dana Desa, bansos termasuk Dana Kelurahan akan dicairkan. Pencairannya pun sudah mulai dilakukan semenjak Januari ini.

"Ada Rp 73 triliun Dana Desa. Ini perlu diwarning. Ada penyiapan yang besar terhadap Dana Desa. Mulai cair pada bulan ini. Hati-hati itu. Rp 73 triliun mulai mengalir di desa. Dana bansos Rp 50 triliun yang akan menyentuh rumah tangga dan orang per orang. Ada dana kelurahan yang tidak pernah kita dengar itu, tapi akan disalurkan dalam bulan ini," urainya.

Hal itu ditekankan Fahri sangatlah penting untuk menetralisir pengaruh bagi pilihan rakyat. Sebab rakyat bisa saja terpengaruh pilihan politiknya jika mereka tidak tahu kalau dana-dana tersebut merupakan hak yang sudah semestinya diperoleh.

"Ini penting. Sebab rakyat kita ini kadang-kadang banyak orang-orang miskin di Indonesia yang tidak sadar kalau dia itu miskin," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya