Berita

Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi/RMOL

Politik

PILPRES

Anggota KPU: Segmen Pertama Debat Tanggal 17 Diisi Penyampaian Visi Misi

RABU, 09 JANUARI 2019 | 11:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Polemik pembatalan penyampaian visi misi capres-cawapres secara langsung terus berkembang di publik. Kekecewaan terutama terjadi di kubu penantang, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sejak awal bersidang dengan KPU, timses Prabowo-Sandi bersikeras untuk memasukan penyampaian visi misi oleh capres dan cawapres dalam debat.

Menanggapi berbagai respons dari kubu Prabowo-Sandi dan publik itu, Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan bahwa yang dibatalkan adalah penyampaian visi misi paslon pada 9 Januari ini karena tidak ada kata sepakat di antara kedua kubu.


"Yang dibatalkan adalah Penyampaian Visi-Misi tgl 9/1/2019. Karena tdk ada kata sepakat di antara kedua belah pihak. Namun bukan berarti tdk dilakukan sama sekali. KPU tetap mengfasilitasi keinginan publik utk mengetahui Visi-Misi Kedua Paslon," tulis Pramono dalam akun facebook pribadinya, Rabu (9/1).

Dia juga menerangkan dalam sesi debat pertama juga akan dipaparkan visi misi paslon soal hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

"Dlm acara debat kandidat pada tgl 17/1/2019 nanti, segmen pertama akan diisi khusus dg Penyampaian Visi-Misi Kedua Paslon dlm bidang Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. Dan penyampaian itu dilakukan oleh Paslon secara langsung. Tdk boleh diwakilkan kepada siapapun. Silakan nikmati dan nilai visi-misi mereka," tulisnya lagi.

Status facebook Pramono ini diharapkan bisa menjadi pencerahan kepada khalayak terkait polemik penyampaian visi misi yang terjadi selama ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya