Berita

Yahya Alqahtani, Said Aqil Siradj, dan Helmy Faishal Zaini/RMOL

Dunia

PBNU Bilang Yahya Alqahtani Dubes Baru, Kedubes Saudi: Salah Sebut Itu

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 17:44 WIB | LAPORAN:

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia berkunjung ke markas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Namun bukan Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi yang datang, melainkan Yahya Alqahtani.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Ketua Umum Said Aqil Siradj menyebut Yahya Alqahtani adalah dubes Saudi yang baru menggantikan Osama.


"Hari ini secara resmi dari Dubes Arab, Doktor Yahya Alqahtani, beliau dubes definitif menjadi dubes pengganti Pak Osama dan maksud kedatangan beliau ke sini semakin mempererat silaturahmi dengan NU," kata Helmy di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Pertemuan itu berlangsung di lantai tiga kantor PBNU. Ketum PBNU Said Aqil Siroj dan pengurus PBNU ikut berbincang dengan Yahya.

Helmy menjelaskan, maksud kedatangan Yahya untuk menyelesaikan polemik pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid terdahulu.

"Kemarin ketika mengomentari reuni 212 katanya itu reaksi dari pembakaran bendera oleh oknum organisasi yang sesat itu baru kita atas nama PBNU tersinggung, dan beliau (Dubes Osama) ditarik dan diganti oleh dubes yang jenius, kecerdasan politik," ujar Said Aqil.

Ketika dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Kepala Kantor Divisi Media Kedutaan Arab Saudi, Ahmad Suryana membantah informasi dari Said Aqil tersebut.

Ahmad menegaskan, Yahya Alqahtani masih menjabat sebagai wakil dubes Saudi untuk Indonesia.

"Beliau sebagai Kuasa Usaha (charg é d’affaires) Kedutaan Besar Arab Saudi atau disebut juga Wakil Dubes, Kuasa Usaha yang benar," terangnya melalui pesan elektronik.

Menurutnya, Said Aqil telah salah menyebut Yahya sebagai dubes Saudi yang baru. "Salah sebut," tandasnya. [wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya