Berita

Karyono Wibowo/Net

Politik

Lebih Baik Prabowo Amankan Dulu Basis Pendukung Loyal

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 20:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Langkah kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendirikan posko pemenangan di Jawa Tengah merupakan hal yang wajar. Namun demikian, ambisi untuk mengalahkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jateng harus ditahan lebih dulu.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyarankan agar kubu Prabowo-Sandi mengamankan lebih dulu basis pemilih di daerah-daerah yang masih loyal. Baru setelah itu, membidik pemilih yang belum menentukan pilihandan dab pemilih mengambang.

"Baru setelah itu menggempur basis pemilih lawan" ujar Karyono, Selasa, (1/1)


Dari konteks strategi kata Karyono, Ide mendirikan posko-posko di basis lawan merupakan strategi normatif tapi belum tentu efektif. Pasalnya, kata dia, justru strategi tersebut dengan mudah terbaca oleh lawan.

Dampaknya, membuat kubu lawan malah bersiap diri dan merapatkan barisan untuk membentengi serangan.

“Oleh karena itu, saya menduga strategi tersebut sekadar shock therapy yakni memberikan efek kejut dan mengganggu psikologi lawan politik," ujarnya.

Menurutnya, secara umum dapat dilihat bahwa agenda pemindahan markas BPN ke Jateng adalah bagian dari strategi besar (grand strategy) kubu Prabowo-Sandiaga untuk menggempur basis pertahanan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jateng yang notabene merupakan 'kandang banteng' dan nahdliyin.

Selain itu, kata dia, Pulau Jawa merupakan kunci kemenangan karena jumlah pemilih terbesar ada di Pulau Jawa.

"Mungkin strategi pemindahan markas BPN tersebut bertujuan untuk menambah dukungan suara Prabowo-Sandi karena mereka menyadari elektabilitas pasangan capres nomor urut 02 tersebut masih sangat rendah di Jawa Tengah," kata dia.

Dia menilai BPN Prabowo-Sandi ingin memperkecil kekalahan saja di Jawa Tengah dan juga di Jawa Timur yang menjadi basis Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Sedangkan di Jawa Barat, kubu Prabowo mungkin sudah merasa aman.

"Padahal belum tentu juga. Karena berdasarkan sejumlah hasil survei terbaru, elektabilitas dua pasangan capres posisinya bisa dibilang imbang," kata dia. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya