Berita

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Hukum

Ini Penjelasan Polri Terkait Meningkatnya Anggota Terlibat Narkoba

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 08:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Dalam paparan rilis akhir tahun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, sepanjang 2018 jumlah anggota yang terlibat tindak pidana narkoba mengalami peningkatan sebesar 221 persen.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan soal naiknya kasus anggota yang terlibat narkoba.

"Pertama, apakah memang banyak anggota terlibat dalam penyalaggunaan narkoba, kemudian yang kedua, masifnya operasi penegakan disiplin oleh Propam," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/12).


Naiknya kasus anggota yang terlibat narkoba, sambung Dedi, lebih disebabkan oleh masifnya penegakan disiplin bagi anggota yang dilakukan oleh Propam di setiap Polda sejurus dengan komitmen Kapolri untuk membersihkan anggotanya dari pengaruh dan jeratan narkoba.

Pasalnya, setiap tiga bulan sekali ataupun kurang dari itu tes urin bagi seluruh anggota dilakukan.

"Dilakukan secara berkala pasti disitu akan menemukan anggota-anggota yang terlibat terhadap penyalahgunaan narkoba itu pasti," terang Dedi.

Di sepanjang tahun 2018, anggota Polri yang terkena pelanggaran disiplin dan tindak pidana terkait narkotika mengalami peningkatan. Pelanggaran disiplin konsumsi narkoba meningkat 2,8 persen, sedangkan pelanggaran pidana narkoba meningkat 221 persen.

Seperti di tahun 2017 jumlah personel polri yang melanggar disiplin lantaran memakai narkoba sebanyak 289. Sementara tahun 2018 jumlah anggota yang mengkonsumsi narkotika meningkat menjadi 297.  Dari 76 kasus pelanggaran pidana narkoba di tahun 2017, meningkat menjadi 244 kasus di tahun 2018. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya