Berita

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto/RMOL

Nusantara

Pidato Cak Nanto Yang Mengharukan Dan Lucu

SABTU, 29 DESEMBER 2018 | 03:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Sunanto membuat suasana pelantikan pengurus baru dinamis.

Cak Nanto, sapaan akrabnya, mampu membuat para tamu yang hadir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (28/12) terharu hingga tertawa terbahak-bahak.

Suasana haru terjadi saat Cak Nanto merasa bersyukur telah dibesarkan Muhammadiyah. Muhammadiyah, telah memberikan harapan besar sehingga dia tidak terlantar di kampung halamannya Madura.


"Muhammadiyah yang mengantarkan saya sampai di sini," isaknya yang tak kuasa menahan air mata.

Suasana pun menjadi hening. Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman yang duduk di kursi paling depan bahkan mengambil sehelai tisu untuk membasuh air mata Cak Nanto.

"Kalau nggak ada Muhammadiyah saya nggak ada di sini. Saya mungkin sudah menjadi nelayan dan petani di kampung. Untuk itu saya akan memberikan yang terbaik," jelas nya.

Namun demikian, suasana berubah seketika saat Cak Nanto menceritakan tentang instruksi PP Muhammadiyah yang mulai diabaikan oleh para kader persyarikatan.

Salah satunya, dia mencontohkan, Aksi 212 di tahun 2016. Kala itu, PP Muhammadiyah meminta agar kader tidak ikut turun aksi. Tapi tidak sedikit yang mengabaikan instruksi tersebut.

"212 sudah tidak boleh ikut tapi masih ikut. Sebenarnya mau ikut siapa (kader) Muhammadiyah ini. Katanya kalau sudah pemimpin itu khalifah harus diikuti tapi malah mengikuti orang lain. Dan itu yang nanti akan kami beresi," ujarnya diikuti riuh tawa hadirin.

Tidak sampai di situ. Cak Nanto juga sempat menyinggung mantan ketua umum Muhammadiyah yang akan menjewer Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir karena membebaskan kader memilih calon presiden.

Sambil berkelakar, dia mengaku siap mengerahkan kader untuk dijewer lebih dulu sebelum Haedar Nashir.

"Tetap di garis ayahanda, kalau ada yang mau jewer, jewer dulu pemuda. Kalau pemuda kan masih kuat tapi kalau ayahanda (Haedar) repot," candanya.

"Mohon maaf Bang Zul jangan dimasukkan dalam hati," sambungnya kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang masih memiliki hubungan besan dengan pihak dimaksud.

"Nanti kalau dimasukkan ke hati kan repot, nggak ada donatur lagi," kelakar Cak Nanto disambut gelegar tawa hadirin. [wah]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya