Berita

Politik

Cerita Prabowo Dan Mantan Panglima GAM: Dulu Ingin Saling Bunuh, Kini Bersahabat

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 17:42 WIB | LAPORAN:

Kisah unik terjadi antara capres Prabowo Subianto yang bersahabat dengan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf.

Prabowo menceritakan, saat dirinya memimpin Kopassus dan menjabat panglima Kostrad sangat mengincar Muzakir. Hal itu dia lakukan karena tuntutan profesinya menjaga keutuhan NKRI.

Hal sebaliknya pun sama, GAM khususnya Muzakir menginginkan menembak bahkan menculik Prabowo untuk dihabisi.


"Tidak ada orang membayangkan bagaimana panglima GAM dan panglima Kostrad bisa jadi satu, saya juga tidak mengerti. Saya selalu cerita saya bingung karena dulu beliau saya kejar-kejar dan beliau pun selalu kejar-kejar saya. Begitu ketemu kita saling pelukan, habis itu selesai," jelas Prabowo kepada wartawan, Rabu (26/12).

Muzakir yang dikenal orang Aceh dengan sebutan Mualem sekarang menjadi sahabat dekat ketua umum Partai Gerindra tersebut. Bahkan, saat Mualem ingin bergabung dengan Gerindra, Prabowo sempat menolak karena nanti jadi bawahannya di partai.

"Kemudian beliau katakan ingin bergabung dengan saya dan dengan Gerindra. Saya bilang anda ini Mualem, kalau masuk Gerindra nanti jadi bawahan saya, saya tidak mau, anda ini harus jadi sahabat saya. Akhirnya karena beliau dengan tekad yang kuat terus-menerus saya terima beliau masuk. Dan Insha Allah kita bersama terus untuk indonesia yang adil dan makmur," papar Prabowo.

Di balik kisah dirinya dengan mantan panglima GAM, Prabowo mengambil pelajaran sangat berharga terkait persahabatan. Meskipun dulunya berseberangan bahkan bermusuhan.

"Di situ saya ambil hikmah bahwa kita semua saudara, bahwa kita bisa selesaikan masalah dengan keihlasan, kejernihan berfikir. Sehingga saya bersahabat dengan Mualem yang merupakan suatu keanehan," imbuh Prabowo. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya