Berita

Ma'ruf Amin/Net

Politik

Evaluasi Cawapres Nomor Satu

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 11:31 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

TRAGEDI Mahfud MD "dikerjain" nyaris terlupakan. Setelah lima bulan, Kyai Maruf Amin nyata berperan sebagai "anchor". Sebuah jangkar yang menambat popularitas Jokowi.

Kapal paslon Ko-Ruf itu diam tak bergerak. Malah ada gerakan merosot ke bawah. Oleng. Miring. Karam. Kandas. Sedikit demi sedikit.

Harapannya; Kyai Maruf Amin bisa redam antipati umat terhadap Jokowi. Tapi, Reuni 212 malah makin rame.


Sejak awal, ada banyak laporan seputar balik arah. Misalnya cerita seorang anggota tim saya. Di rumah, hanya dia sendiri yang Aniser. Abang, adik dan ibunya die-hard Ahok/Joko.

Begitu kyai Maruf Amin resmi digaet, sontak mereka balik badan. Alasannya; Faktor usia. Mereka ngga bisa membayangkan Kyai Maruf Amin tampil di forum internasional menjadi wakil seluruh rakyat.

Political disaster itu pecah saat Kyai Maruf melakukan berbagai blunder. Sepanggung dengan ketua-ketua partai dangdutan, diprotes kelompok tuna netra, merilis statement mobil Esemka akan keluar bulan Oktober, mendukung "Islam Nusantara" dan usahanya memoderasi Reuni 212.

Kyai Maruf Amin tidak sanggup merehabilitasi stigma anti-Islam klik Jokowi.

Plus, persepsi terhadap figurnya tidak bergeser. Dia tetap tidak more minority-and millennial-friendly. Singkatnya; Tidak Marketable.

Ngga heran bila ada desas-desus Jokowi dan tim kesal. Kyai Maruf Amin jatuh dan kakinya terkilir. Hingga harus dirawat di rumah sakit. Sampai sekarang, Jokowi tidak pernah bezoek.

Indikasi anggapan Kyai Maruf Amin sebagai Kubu Jokowi's liability adalah Erik Tohir berperilaku sebagai Cawapres. Tidak lazim ketua tim kampanye blusukan ke pasar dan ngecek telur asin ditemenin segerombolan juru kamera.

Ckrakkk ckreekk...dulu Tohir pernah mencibir aksi turun ke pasar sebagai "pencitraan". Eehh yaelah, dia sendiri lakukan itu.[***]


Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KomTak)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya