Berita

Foto: Net

Politik

Menpora Bisa Hentikan Dualisme Di Tubuh KNPI

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 07:37 WIB | LAPORAN:

Untuk menghentikan berlarut-larutnya sengketa dan dualime kepemimpinan di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Nahrawi disarankan segera mengambil alih kepemimpinan di organisasi perhimpunan pemuda-pemudi Indonesia itu.

Koordiantor Aliansi Pemuda Nasional (APN) Abdullah Amas menyatakan, posisi Menpora bisa menghentikan dualisme di tubuh KNPI, dengan mengambil alih sementara kepemimpinan untuk selanjutnya mempersiapkan pemilihan yang tidak kisruh.

"Saya kira kerja lintas sektor kementerian dan lembaga nonlekmatur yang ada porsi untuk pemuda bisa lebih mobile kalau dipegang Menteri Pemuda Olahraga,” ujar Abdullah Amas dalam keterangannya di Jakarta.


Menurut dia, Kongres KNPI sejauh ini tidak produktif melahirkan persatuan, tapi kalau dipegang Menpora otomatis OKP-OKP akan bersatu.

"Namanya juga komite. Kan lucu komite nasional tapi dualisme dan nanti ketua-ketua OKP bisa jadi ketua harian, sekjen dan lain-lain," ujarnya.

Dia pun meminta, Menpora agar menyelesaikan dualisme itu bersama Menteri Dalam Negeri dan Menkumham.

"Kalau berlarut-larut tentu tidak bagus. Atau kalau diundur hingga selesai Pemilu, itu bisa jadi acuan kalau Menpora otomatis adalah Ketua KNPI," ujar Amas.

Abdullah Amas mencontohkan,  seperti Menteri Perencanaan Pembangunan otomatis menjadi ex officio kepala Bappenas. Atau, seperti menteri Pemberdayaan Perempuan yang otomatis menjadi Kepala BPKBN/Badan Keluarga Berencana Nasional.

"Itu bisa diterapkan juga untuk KNPI," ujarnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya