Berita

Ahmad Syauqi (jas biru)/Net

Politik

Putra Ma'ruf Amin Ajak Rakyat Tanam Obat Persatuan

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 14:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Fenomena politik di Indonesia mulai masuk dalam tahap mengerikan. Ini lantaran pohon-pohon beracun yang ditanam para elite mulai banyak dikonsumsi buahnya oleh masyarakat.

Untuk itu, Ketua Dewan Pembina Markas Terpadu Champion 19 Poros Nyata Laskar Kiai Ma'ruf Amin (Master C19 Portal KMA), Ahmad Syauqi mengajak masyarakat untuk mulai menanam pohon yang menjadi obat racun-racun tersebut.

Putra dari calon wakil presiden Ma’ruf Amin itu mengajak masyarakat untuk menanam nilai-nilai kebaikan dan persatuan, khususnya untuk menghargai perbedaan pilihan di Pilpres 2019 mendatang.


"Kita harus bisa menanam pohon obatnya, ini kewajiban kita semua terutama para santri. Tapi yang paling utama adalah bagaimana kita berakhlak yang baik," kata Syauqi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12).

Dia yakin masyarakat Indonesia bisa bersatu. Sebab kejayaan di negeri ini bisa diraih juga berkat adanya Bhinneka Tunggal Ika yang dijunjung tinggi.

"Saya yakin kita semua tidak ini persaudaraan dan persatuan ini rusak. Jadi harus bersama-sama membangun harmonisasi yang harmonis di Indonesia," terangnya.

Senada dengan itu, akademisi dari Universitas Mustopo Novita Damayanti juga mengatakan bahwa kondisi politik saat ini mulai mengkhawatirkan. Sebab, telah mengarah ke hal-hal yang menampilkan sisi lain dari masyarakat Indonesia.  

"Penelitian kami dari sisi media online, mayoritas kata-kata atau bahasa yang digunakan lebih ke arah negatif," jelasnya.

Novita berharap elite politik bisa lebih santun dalam berpolitik. Mereka harus menggunakan kata-kata yang baik saat berkomunikasi karena akan ditiru masyarakat.  

"Karena dalam komunikasi setiap kata memiliki makna yang berbeda," tutupnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya