Berita

Hinca Pandjaitan/RMOL

Politik

Sekjen Demokrat: Jangan Asal Klaim, Infrastruktur Tidak Bisa Simsalabim

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 12:38 WIB | LAPORAN:

. Proyek infrastruktur tidak bisa diklaim oleh satu periode pemeritahan saja. Sebab masa pembangunannya butuh waktu yang tidak bisa dibilang singkat.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengkritisi Presiden Joko Widodo dan para pendukungnya yang kerap mengklaim atas keberhasilan pembangunan infrastruktur di negeri ini.

"Faktanya, kalau kita bangun infrastruktur, itu tidak bisa sehari dua hari, panjang, lama dan itu kesinambungan," kata Hinca saat berbincang dengan redaksi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat malam (21/12).


Makanya, ditekankan Hinca, semua infrastruktur yang sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi hanyalah bagian dari pembangunan berkesinambungan berdasarkan apa yang sudah dirintis oleh para presiden pendahulu.

Yakni meneruskan pembangunan yang dilakukan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Abdurahman Wahid, Presiden BJ Habibie, Presiden Soeharto, dan Presiden Soekarno, bahkan meneruskan pembangunan zaman penjajahan Belanda.

"Itu harus dikerjakan oleh banyak presiden, sesuai dengan masa jabatannya. Kalau per hari ini dia bisa melakukan sesuatu, itulah masa jabatannya. Tapi itu tidak berdiri sendiri. Dia harus ada sesuatu yang melekat. Jadi tidak boleh diklaim. Tidak ada yang bisa dibangun simsalabim langsung jadi," demikian Hinca. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya