Berita

Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto/Net

Politik

SBY Khawatir Terjadi Kecurangan Di Pemilu 2019

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN:

Pemilihan umum tahun 2019 mendatang harus berlangsung dengan jujur dan adil. Penyelenggara Pemilu tidak boleh berbuat curang sedikitpun.

Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono usai bertemu dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kediamannya, di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

Dikatakan SBY, dirinya sudah mendengar banyak informasi tentang adanya kekhawatiran akan terjadi kecurangan Pemilu di tingkat pusat, maupun daerah-daerah.


"Banyak suara dimana-mana, pusat daerah, khawatirkan kalau terjadi penyimpangan atau kecurangan Pemilu," kata Presiden RI ke-6 ini.

Namun demikian, sebagai mantan presiden dua periode, kata SBY, dirinya tak bisa serta-merta mengamini Pemilu 2019 nanti akan terjadi kecurangan.

"(Karena) jangan-jangan hoax. Tapi karena banyak sekali disampaikan, disertakan testimoni dari yang layak dipercaya," ujarnya.

SBY mengaku sudah berkomitmen dengan Prabowo Subianto untuk mengikuti kontestasi Pemilu dengan jujur dan adil tanpa berbuat curang sedikitpun.

"Oleh karena itu kami harus kerja bersama-sama cegah, ingatkan dan tolak. Jangan sampai ada kecurangan," imbuhnya.

SBY mengulas tentang pelaksanaan Pemilu tahun 2004, 2009, 2014. Dimana, meski berlangsung panas, dan dengan intensitas kampanye tinggi, tetap bisa berjalan relatif damai dan jurdil.

"Kami Demokrat dan Gerindra ingin ambil bagian untuk pastikan Pemilu damai jurdil. Kalau tidak damai jurdil, saya khawatir tidak baik untuk kehidupan bangsa pasca Pemilu 2019 nanti," pungkasnya. [lov]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya