Berita

Konferensi pers Komnas HAM/RMOL

Hukum

Komnas HAM Lihat Upaya Menghalangi Penuntasan Kasus Novel Baswedan

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 19:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia memastikan keterlibatan pihak-pihak terkait dalam teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan yang terjadi 11 April 2017 lalu.

"Pihak-pihak itu adalah perencana, pengintai dan pelaku kekerasan," kata Komisoner Komnas HAM Choirul Anam saat konferensi pers 'Serangan Terhadap Novel Adalah Serangan Terhadap Pembela HAM' di kantornya, Menteng, Jakarta, Jumat (21/12).

Menurutnya, status Novel sebagai penyidik KPK sangat terkait dengan teror terhadapnya. Untuk itu, Komnas HAM berpandangan bahwa penyerangan dengan air keras kepada Novel sangat direncanakan dengan baik.


"Diduga kuat itu tindakan yang direncanakan dan sistematis yang melibatkan beberapa pihak. Dan belum terungkap," ujar Anam.

Komnas HAM memastikan bahwa lambannya proses hukum dalam menuntaskan kasus penyerangan Novel menguatkan ada upaya menghalang-halangi.

"Komnas HAM menyimpulkan bahwa tim polda bekerja terlalu lama. Lamanya proses itu diduga kuat mengakibatkan terjadinya abuse of process," tegas Anam. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya