Berita

Hashim Djojohadikusumo/Net

Politik

Hashim Djojohadikusumo: Saya Mau Ingatkan, Pemalsuan Data Pemilu Dipenjara 10 Tahun

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 10:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus memantau daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu serentak 2019.

Bahkan, BPN Prabowo-Sandi bersedia membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merapikan DPT.

"Kami membantu KPU untuk menyaring," kata Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo di Jakarta, Jumat (21/12).


Menurutnya, jangan sampai yang tidak punya hak pilih bisa memilih, sebaliknya yang punya hak pilih tidak bisa memilih. Parahnya lagi, satu orang pemilih memiliki hak pilih hingga beberapa kali.

Hashim mengingatkan, pemalsuan data pemilih seperti diatur dalam UU 7/2017 tentang Pemilu adalah pidana, ancamannya 10 tahun penjara.

"Saya mau ingatkan, pemalsuan data pemilu dipenjara 10 tahun. Kepada pejabat di pusat dan daerah, kami serius hal ini," ujarnya.

Masih kata Hashim, pihaknya telah menyerahkan 25 juta pemilih ganda dalam daftar pemilih dan data mencurigakan lainnya kepada KPU.

Untuk 25 juta pemilih ganda tersebut, adalah data yang diserahkan Kemendagri kepada KPU.

"Setiap ada temuan kami lapor langsung ke KPU. Terimakasih kepada KPU yang sudah merespons. KPU berjanji melacaknya dan minta waktu hingga 17 Maret," demikian Hashim. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya