Berita

Diksusi peluncuran buku "Di Tepi Amu Darya"/RMOL

Politik

Effendi Simbolon: Indonesia Tak Pandai Mencari Musuh

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 16:20 WIB | LAPORAN:

Selain Soekarno dan Soeharto, belum ada pemimpin bangsa ini yang pintar mengalihkan perhatian rakyat Indonesia. Terutama, dalam mencari musuh dalam berkonflik.

Anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon mengatakan menurut simbol-simbol kedaerahan dari Aceh hingga Papua yang kebanyakan dari senjata tajam, Indonesia sebenarnya merupakan bangsa yang sangat suka berperang. Namun hal itu disalahkartikan oleh masyarakat Indonesia.

"Tapi kita berperangnya karena kita tidak pandai mencari musuh," ujarnya, dalam diskusi bertajuk "Ketika Wartawan Membingkai Konflik" dalam peluncuran buku berjudul "Di Tepi Amu Darya" karya Pimpinan Umum RMOL Network, Teguh Santosa di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/12).


Dikatakan Effendi, masa pemerintahan selain Soekarno dan Bung Karno di Indonesia sangat sering terjadi konflik horizontal antar sesama.

"Bung Karno dan Pak Harto termasuk pemimpin yang pandai mengalihkan perhatian rakyat. Jadi kalau rakyat sudah mulai agak jenuh bermain itu, dialihkan perhatiannya untuk berkonflik dengan bangsa lain. Kita pernah dengan Malaysia, kita pernah dengan negara lain. Kalau kita nggak, kita lebih memilih untuk berkonflik di antara kita. Ini yang kita amburadul," urainya. [lov]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya