Berita

Benny Rhamdani/RMOL

Politik

Ketua DPP Hanura: Komisioner KPU Diduga Sudah Bermain Politik Kotor

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 12:34 WIB | LAPORAN:

RMOL. Dilarangnya Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta alias OSO untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tanda bahwa komisioner KPU diduga sudah bermain politik kotor.

Ketua DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani menegaskan, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT yang sudah membolehkan OSO untuk mencalonkan diri sebagai calon DPD harusnya dijalankan sesegera mungkin.

"Karena putusan yang sudah menyatakan batal keputusan KPU RI nomor: 1130/PL.01,4-KPT/06/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap Perseorangan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Daerah Tahun 2019 tertanggal 20 September 2018," urainya dalam orasi demontrasi di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).


Menguatnya dugaan politik kotor yang dilakukan oleh para komisioner KPU menurut dia karena mereka malah menyatakan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait.

"Padahal putusan itu sudah sangat jelas. Saya ingin memberikan kesaksian dimana bahwa diduga politik kotor sudah masuk di gedung ini yang harusnya mengawal demokrasi," demikian Benny Rhamdani.

Selain itu, keputusan Mahkamah Agung (MA) juga sudah mewajibkan KPU untuk meloloskan pencalegan DPD OSO dapil Kalimantan Barat. MA mengabulkan gugatan uji materi yang diajukan oleh OSO terhadap Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26/2018 yang memuat larangan pengurus partai politik menjadi calon anggota DPD. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya