Berita

Nasaruddin Umar/Net

Politik

Imam Besar Istiqlal: Islam Hadir Meredam Pernikahan Tanpa Batas

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 22:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perempuan memang masih menjadi objek ketidakadilan. Praktik poligami menjadi salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan tersebut, juga bagi anak-anak.

Begitu kata Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, KH Nasaruddin Umar saat memberi ceramah di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kantornya, Jakarta, Senin (17/12).

Menurutnya, sebagaimana hasil kajian dari Komnas HAM, Komnas Perempuan dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) poligami memang kerap menjadi sumber berbagai kasus perceraian dan kekerasan terhadap perempuan.


“Termasuk penyebab ekonomi ambruk dan anak-anak jadi korban penelantaran,” jelasnya.

Kehadiran Islam, sambungnya, adalah untuk meredam pernikahan yang tanpa batas tersebut. Islam membatasi para pria untuk maksimal menikah dengan empat istri.

“Tapi ayat lain mengunci, dikatakan bahwa laki-laki tidak akan bisa adil secara kualitatif atau menyangkut perasaan. Jadi logikanya apa? Ya, jangan poligami,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai bahwa pesan ini sejalan dengan sikap partainya yang dengan mendisiplinkan kader dan pengurus untuk tidak berpoligami. Termasuk cita-cita untuk melarang aparatur sipil negara (ASN) tidak berpoligami dengan merevisi UU Perkawinan saat nanti partai tersebut lolos parlemen.

“Sikap soal poligami ini tidak terkait dengan tafsir agama, tapi menyangkut masalah sosial," tegas Toni. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya