Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Bisa Kalah Kalau Perusakan Baliho SBY Mengendap Seperti Kasus Novel

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 16:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Presiden Joko Widodo tidak boleh menganggap enteng perusakan baliho Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pekanbaru, Riau. Sebab, penuntasan kasus ini akan berhubungan dengan kemenangan Jokowi di pilpres.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief mendesak Jokowi untuk memastikan kasus ini diusut tuntas. Polisi, katanya, harus menemukan dalang di balik aksi vandalisme tersebut.

Dia meminta Jokowi tidak tinggal diam. Apalagi jika sampai mengendapkan kasus ini seperti penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


“Kalau tidak, Jokowi akan kalah dalam pilpres dan bahkan bisa jatuh. Tidak mungkin bisa diendapkan seperti kasus Novel Baswedan dan lainnya,” jelas Andi sesaat lalu, Senin (17/12).

Andi menilai peristiwa perusakan baliho merupakan ajang “uji nyali” bagi Jokowi sebagai presiden. Sebab, penegakan hukum tanpa tebang pilih hanya bisa terjadi, jika ada kepemimpinan yang kuat dari seorang presiden.

Kepolisian Daerah Riau resmi menetapkan tersangka atas perusakan baliho penyambutan SBY di Pekanbaru, Riau.

“Heryd Swanto Alias HS, sudah ditetapkan tersangka,” terang Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/12).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menjelaskan, HS hanya tergiur upah dari orang yang menyuruhnya merobek baliho Presiden ke-6 RI itu.

“Motifnya tergiur uang 150 ribu,” ujarnya.

HS disangka dengan Pasal 170 jo pasal 406 KUHP tentang Perusakan secara bersama sama dengan ancaman hukuman maksimal kurungan 5 tahun penjara. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya