Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Suruh Petani Sawit Tanam Jengkol, Eks Relawan: Logika Paling Sontoloyo

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 15:42 WIB | LAPORAN:

. Saran Presiden Joko Widodo kepada petani kelapa sawit untuk mengerem menanam sawit dan beralih pada komoditi lain seperti jengkol dan petai dinilai sebagai pernyataan asal bunyi alias asbun.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat mengaku sangat tidak setuju dengan usulan yang muncul karena harga jual kelapa sawit menurun drastis di Indonesia saat itu.

"Ini logika paling sontoloyo. Sawit, petai dan jengkol itu bukan tanaman palawija yang bisa dipanen tiga bulan dari mulai tanam. Harga sawit murah. Tanam petai dan jengkol, kalau harga petai dan jengkol murah, dan harga sawit mahal tanam sawit lagi?" ujar Syafti saat berbincang dengan redaksi, Senin (17/12).


Aktivis senior ini menekankan, mengganti tanaman tahunan itu sesungguhnya tidak semudah mengganti tanaman palawija yang bisa dipanen dalam hitungan bulan.

Bukan hanya itu, dari sisi fungsinya, minyak sawit merupakan kebutuhan utama untuk minyak goreng sedangkan jengkol dan petai cuma makanan tambahan.

Makanya, Syafti menilai usulan Jokowi tersebut muncul dari sebuah ketidakpahaman.

"Kalau tidak mengerti urusan pertanian dan tanaman sebaiknya pelajari dulu atau minta pendapat dari orang yang mengerti. Jadi jangan asbun," tutup eks relawan Jokowi yang mengaku sudah bertaubat ini. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya