Berita

Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Aktivis Tionghoa: Itu Karena Leadership Jokowi Lemah

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 10:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Indonesia mengalami penurunan indeks demokrasi. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, sosial politik serta ekonomi.

Berdasarkan data dari The Economist's Democracy Index, indeks kualitas demokrasi Indonesia anjlok 20 peringkat dari 48 menjadi urutan 68.

Sebelumnya, ekonom kawakan Dr. Rizal Ramli mengatakan bahwa penurunan indeks demokrasi di Indonesia salah satu indikatornya karena di lingkaran Presiden Joko Widodo banyak eks Orde Baru.


Menanggapi statement RR, aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma mengamini apa yang disampaikan mantan Menko Kemeritiman era Jokowi itu.

"Pak Rizal Ramli terlalu halus menyampaikannya, intinya demokrasi di Indonesia zaman Jokowi udah parah. Bukan masalah Orba, kalau leadershipnya Jokowi bagus apapun bisa diatasi," kata Lieus kepada trdaksi, Senin (17/12).

Ditambahkan Lieus, SBY menjadi presiden selama 10 tahun dan tidak terjadi banyak penangkapan ulama dan aktifvis seperti era Jokowi saat ini.

"Di zaman Pak SBY enggak ada tuh yang ditangkepin. 10 tahun loh Pak SBY ngejabat," kata dia.

Hal itu, menurut Lieus terjadi karena kepemimpinan yang dimiliki Presiden Jokowi dinilai sangat lemah.

"Itu karena lidership Jokowi lemah," tutup Lieus. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya