Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

AKTUAL

Hasto: Gerindra Cuma Cari-cari Alasan Kalah

Soal Kotak Suara
SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Intensitas politik saling menyerang antar partai politik menjelang pemilu men­ingkat tajam. Setelah PDIP menyerang Partai Demokrat soal perusakan baliho, kemarin, giliran Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diserang banteng moncong putih.

PDIP menyerang partainya Prabowo Subianto gara-gara mengkritisi keputusan KPU yang menggunakan kotak suara pemilu dari kar­dus.

Tak tanggung-tanggung, yang melontarkan serangan adalah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto mengang­gap sikap Partai Gerindra yang memprotes kotak suara sedang mencari-cari alasan jika kalah. "Mereka mulai mempersiapkan alasan-alasan untuk kalah sejak sekarang," ujar Hasto usai konsolidasi di Asahan, Sumatera Utara, kemarin.


Alasan Hasto itu, karena setiap ada masalah Partai Gerindra selalu menyinggung soal ke­curangan. Padahal, dengan situasi politik saat ini banyak pihak yang melakukan pengawasan. "Kami agak heran, Gerindra ini bicara pemilu curang, jadi rasanya mereka akan menyalah­kan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin menang," sambungnya.

Kembali ke soal kardus, Hasto menerangkan bahwa keputusan KPU yang menggunakan kardus sudah melalui proses dan tahapan pan­jang sebelum diputuskan.

Setidaknya, KPU sudah melakukan rapat dengan seluruh perwakilan partai politik yang berada di Komisi II termasuk Partai Gerindra. Hasilnya, seluruh partai tidak melakukan protes ataupun menolaknya.

Berikutnya, penggunaan kardus juga sudah dilakukan di pemilu 2014 serta beberapa pilkada. Tidak ada masalah. Baginya yang terpenting adalah bagaimana pengawasan di setiap TPS. "Yang penting saksi mengawasi di TPS itu bukti hukum sehingga dokumen C1 itu betul-betul dicermati bersama," tuturnya.

"Rekapitulasi penggunaan kartu suara itu harus kita awasi bersama. Kita dukung setiap upaya meningkatkan pemilu yang adil dengan mengedepankan seluruh penyelenggara ber­tanggung jawab menjadikan pemilu dengan kualitas yang baik," lanjut Hasto.

Ketua DPP Gerindra, yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria sebelumnya mengaku kaget dengan kotak suara 'kardus' itu. Namun dia mengakui kotak suara itu sudah dipresentasikan di depan Komisi II DPR.

"Mengenai kekuatan itu, menurut KPU bisa kuat, diduduki oleh Ketua KPU Arif Budiman dia nggak hancur. Kemudian dia (kardus) tahan air, jadi kira-kira itu penjelasan dari KPU. Namun kan penjelasan kita secara umum na­manya kardus kan, tidak tahan lama. Apalagi kita dengar berita berapa hari ini, saya lupa di daerah mana, yang kena banjir hancur kotak suaranya," tutur Riza menceritakan soal isi rapat saat KPU mempresentasikan kotak suara karton kedap air di depan Komisi II DPR.

Bukannya mendapatkan dukungan dari warganet, PDIP justru menuai kecaman. Alqafur mengatakan, protes yang dilakukan oleh Partai Gerindra dan partai lainnya bukan karena takut kalah ataupun takut bertarung, tetapi bagaimana meminimalisir kecurangan pemilu. "Jadi, bukan soal kalah tapi ketakutan dicurangi," ungkapnya.

Masrul Rul mengingatkan kepada PDIP jan­gan sombong dan menuding ketika ada yang melakukan protes berarti takut kalah. "Jangan sombong dan pasti menang. Ingat sombong bisa menjadi bencana awal kekalahan," ka­tanya mengingatkan.

Kevin_sky justru menuding PDIP sedang menutupi kecurangan dengan menyerang lawannya, sehingga semua jurus akan dike­luarkan.

Menguatkan komentar yang lain, Mahday Aja mengatakan, ucapan Sekje PDIP ini sebenarnya dikhususkan untuk dirinya sendiri. "Aihhh.. Di balik lagi nih. Bener kata orang, kalau politikus udah katakan bakal menang, itu tandanya dia lagi panik dan siap-siap untuk kalah," katanya.

MEHONX menuding PDIP dan koalisinya sudah ancang-ancang takut kalah. "To,To ente ko arogan sekali, belum pilpres ente sudah bilang Paslon dua mulai siapkan alasan untuk kalah, semoga itu doa’mu untukmu supaya siap kalah," sindir Luth Thohir.

Jaenudin ngaciro lebih tegas dalam mem­berikan pembelaan kepada Gerindra. "Tak usah menyalahkan Gerindra. Itu suara rakyat yang khawatir akan keamanan kotak kardus, jangan anti kritik gitulah, masih ada waktu untuk menggantinya."

Nyanyang Solehadin meminta Hasto intro­speksi diri. "Pak Hasto harusnya pernyataan anda, bagimana itu jadi usulan untuk diper­baiki, jangan sombong, di atas langit masih ada langit."

Melanjutkan, Jampang menerangkan kotak kardus tentu saja akan menjadi objek untuk berbuat kecurangan. Tidak ada kardus yang dapat digembok! Dan gak ada kardus yang tahan air hujan, tangan iseng, api dan lain sebagainya. Itu indikasi awal untuk berbuat curang! ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya