Berita

Foto: Net

Politik

Lemkapi: PDIP Tak Mungkin Rusak Simbol Partai Demokrat, Bunuh Diri Namanya

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 07:31 WIB | LAPORAN:

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) meminta semua pihak menahan diri dan tidak mudah terprovokasi  atas pengrusakan bendera Partai Demokrat (PD) dan baliho penyambutan Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono di Pekanbaru.

"Kami minta jangan berprasangka buruk terhadap partai manapun dan lebih baik kita tunggu hasil penyelidikan Polri," ajak Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan kepada redaksi, Senin (17/12).

Mantan anggota Kompolnas ini juga mengingatkan,  dalam menangani kasus pengrusakan atribut PD ini, Polri harus ekstra hati-hati. Sebab jika tidak ditangani dengan baik, bisa berpotensi menimbulkan konflik antarpartai politik.


"Rakyat percaya Polri akan  mampu menangani kasus ini dengan profesional," tambah pakar hukum dan kepolisian ini.  

Ia mengimbau semua pihak melihat kasus ini secara bijak dan kepala dingin demi menjaga situasi keamanan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

"Jangan mudah terprovokasi. Politik boleh saja panas menjelang Pilpres tetapi menjaga keamanan tetap yang utama," tegasnya.

Melihat situasi di lapangan, ia pribadi sangsi perusakan itu dilakukan oleh kelompok partai politik, termasuk PDI Perjuangan sekalipun. Apabila ada parpol sengaja merusak simbol partai lain, itu sama artinya bunuh diri.

Sebaliknya, ia yakin perbuatan bejat ini dilakukan satu kelompok tertentu untuk mengacau dan mengganggu kamtibmas. Tujuannya sangat jelas untuk menurunkan elektabilitas pemerintah yang berkuasa.

"Kami minta Polri tangkap dan proses secara hukum semua pelaku yang terlibat," katanya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya