Berita

Imam Nahe'i (kanan)/RMOL

Politik

Imam Nahe'i: Rata-Rata Kekerasan Perempuan Disebabkan Nikah Siri

SABTU, 15 DESEMBER 2018 | 14:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Beberapa daerah di Indonesia, fakta menunjukkan terjadi kekerasan terhadap kaum perempuan yang dipoligami.

Demikian disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe'i saat jadi pembicara diskusi "Perempuan dan Politik: Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (16/12).

"Hasil data dari Komnas Perempuan, rata-rata kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh nikah siri (nikah yang tidak tercatat)," kata Imam.


Di negara internasional, jelas Imam, ada tiga kategori negara yang mengatur soal poligami. Pertama, melarang keras poligami. Kedua, memperbolehkan poligami dengan pengawasan ketat. Ketiga, negara membiarkan poligami.

"Selain di negara-negara Eropa yang menolak, ada dua negara muslim yakni Turki dan Tunisia yang dengan tegas melarang poligami," jelas Imam.

Untuk kategori negara yang memperbolehkan poligami namun dengan pengawasan ketat salah satunya adalah Indonesia.

Dan, lanjut Imam, negara yang sama sekali tidak melarang berpoligami adalah negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UAE).

Di Indonesia sendiri dalam ketegorinya membiarkan poligami dengan pengawasan ketat, tercermin dengan adanya pasal 279 KUHP soal perkawinan yang tidak dicatatkan dan UU 45 dan 49 tentang KDRT.

Dan ini semua delik umum bukan delik aduan, bisa diproses tanpa ada yang melaporkan," pungkas Imam. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya