Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Relawan Gojo Paling Aktif Kampanyekan Jokowi Di Media Sosial

JUMAT, 14 DESEMBER 2018 | 22:11 WIB | LAPORAN:

Keberadaan media sosial memiliki peran penting bagi program-program kampanye para peserta Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, media sosial menjadi salah satu alat politik untuk memenangkan pasangan calon dalam pilkada, pileg, ataupun pilpres.

Dia mencontohkan, sejumlah kampanye edukasi politik yang dilakukan Relawan Golkar-Jokowi (Gojo) yang belakangan marak di jagat dunia maya. Menurut Ujang, video-video kreatif yang dirilis Relawan Gojo sangat efektif dalam upaya memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, termasuk juga membantu pemenangan Partai Golkar pada Pileg 2019 lewat jargon Suara Rakyat Suara Golkar.


"Kita ambil contoh Relawan Gojo, mereka melakukan penetrasi kepada pemilih-pemilih milenial dengan kampanye-kampanye edukasinya yang soft dan menyenangkan di media sosial. Saya kira ini strategi komunikasi politik yang bagus untuk memenangkan Pak Jokowi dan Partai Golkar di 2019. Tujuan utamanya jelas untuk menangkan Pak Jokowi dan Golkar," jelas Ujang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/12).

Apalagi, Relawan Gojo dengan basis massa dari salah satu parpol besar di Indonesia memiliki infrastruktur politik yang cukup luas sampai ke pelosok desa.

"Bukan hanya video-video kreatifnya di media sosial, di sejumlah daerah juga banyak spanduk dan baliho Gojo yang mengkampanyekan Pak Jokowi. Ini bukti bahwa Gojo paling siap perang darat dan perang udara pada Pilpres 2019," beber Ujang yang juga direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR).

Direktur Media Relawan Gojo Amalia Kartika menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk melakukan kampanye di media sosial.

Setidaknya ada beberapa strategi yang telah disiapkan Relawan Gojo. Salah satunya menggunakan media sosial untuk menyampaikan prestasi yang telah dicapai Jokowi selama menjadi presiden.

"Karena itu, kami akan terus turun ke masyarakat melalui kampanye edukasi. Memberi pesan-pesan persatuan melalui video layanan masyarakat," jelas Amalia. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya