Berita

Diskusi Antar Agama/RMOL

Politik

Kesulitan Diskusi Antar Agama Sirna Dengan Pembentukan UKP-DKAAP

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 23:45 WIB | LAPORAN:

Pembentukan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) oleh Presiden RI Joko Widodo disambut baik oleh para pemuka agama. Tidak terkecuali pemuka Agama Budha.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi), Philip Wijaya mengakui sebelum dibentuknya UKP-DKAAP, pihaknya mengalami kesulitan untuk berdiskusi intens dengan pemuka agama lain. Namun kesulitan itu sirna setelah lembaga yang berkomitmen untuk menciptakan kerukunan dan harmoni antar umat beragama di Indonesia itu dibentuk.

"Dulu kita mau berdiskusi dengan pemuka agama lain, kalau tiba-tiba datang ke kantor organisasi agama lain misalkan, orang pasti nanya, ngapain? Mau diskusi. Diskusi apa? Kan begitu. Tapi UKP-DKAAP adalah forum yang sangat bagus," katanya dalam diskusi "Refleksi Akhir Tahun dan Proyeksi Kerukunan Antar-umat Beragama di Tahun Politik" di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/12).


Philip mengaku, sejak dibentuknya UKP-DKAAP, dirinya selalu diajak untuk berdiskusi. Di situ, kata dia, semua pemuka agama saling bertukar pikiran mencari jalan keluar bagi persoalan keumatan, dan persatuan serta kesatuan bangsa.

"Kami melakukan pembicaraan konflik interfit atau intrafit. Pokok masalah harus dicari jalan keluar. Upaya mengharmoniskan umat beragama. Hasilnya luar biasa. Di semua daerah ada FKUP gagasan luar biasa. Ini menujukkan perhatian pemerintah kehidupan harmonis ini luar biasa besarnya," pungkasnya. [lov]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya