Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Gerindra: Surya Paloh Jangan Sesumbar Merasa Paling Bersih

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 14:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jargon restorasi Indonesia yang disuarakan Ketua Partai Nasdem Surya Paloh bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Sebab, tidak sedikit kader dari Partai Nasdem yang terjerat kasus korupsi.  

Baru-baru ini, Irvan Rivano Muchtar, kader Nasdem yang menjadi Bupati Cianjur terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Sebelumnya ada Bupati Malang Rendra Kresna yang juga kader Nasdem terkena OTT KPK.

Menanggapi hal tersebut, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono meminta kepada Surya Paloh untuk lebih bijaksana dalam memberi pernyataan tentang partainya ke publik.


“Makannya buat Pak Surya Paloh jadi orang jangan sesumbar, suka merasa paling bersih, sok benar tapi pada kenyataannya banyak kadernya yang tersangkut korupsi,” ujar Ferry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/12).

Surya Paloh pernah menyatakan jika ada kadernya yang tersangkut korupsi maka akan membubarkan partainya. Lantas kader Demokrat Yan Amarullah Harahap menyebut Surya Paloh berbohong karena Nasdem juga tak kunjung dibubarkan.

Masih segar juga dalam ingatan kita kasus Rio Capella yang baru satu tahun menjadi Anggota DPR akhirnya tersangkut korupsi DAU Sumatera Utara.

Tak hanya itu, sambung Ferry Juliantono, kader Nasdem yang duduk di dalam kabinet seperti Menteri Perdangangan Enggartiasto Lukita juga terus melakukan impor bahan pokok yang akhirnya menyulitkan petani kita.

“Partainya selalu ngomong ‘tidak terima mahar, tidak terima mahar', eh kadernya malah impor terus,” selorohnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya