Berita

Suhardi Alius dan Budi Karya Sumadi/Humas BNPT

Pertahanan

BNPT Dan Kemenhub Teken MoU Antisipasi Ancaman Terorisme Di Ranah Transportasi

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 06:58 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius menilai bahwa Kementerian Perhubungan (Kemhub) merupakan salah satu mitra strategis bagi lembaga yang dipimpinnya dalam upaya pencegahan terorisme di dalam negeri.

Apalagi sarana transportasi adalah ruang terbuka yang cukup rentan untuk dijadikan sasaran oleh kelompok radikal terorisme.

Karena dengan melihat beberapa kejadian teror yang terjadi di luar negeri, kelompok radikal terorisme telah melakukan serangan menggunakan bus hingga serangan di stasiun kereta api. Untuk itulah BNPT merasa perlu melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kemhub sebagai bentuk pencegahan di ranah transportasi.  


"Operasi transportasi di Indonesia sendiri sangat luas, kami ingin memastikan segala sesuatunya berjalan aman mengingat rentannya aksi terorisme menggunakan atau menyasar fasilitas transportasi seperti yang terjadi di luar negeri," ujar Suhardi usai penandatangan MoU bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi  di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (12/12).

Mantan Kabareskrim Polri tersebut mengatakan, dengan adanya kolaborasi ini tentunya dapat  dipastikan bahwa Standar Operasinoal Prosedur (SOP) di Kemhub yang meliputi perhubungan darat, laut, dan udara bisa dalam posisi pencegahan yang maksimal.

“Pencegahan aksi terorisme yang melibatkan sarana trasportasi tentunya merupakan kebutuham yang mendesak. Karena kalau sampai aksi ini dibiarkan maka dampak sosialnya juga sangat besar. Contohnya kasus bom Bali, peristiwanya hanya sebentar tapi dampaknya sampai sekarang," kata alumni Akpol tahun 1985 ini.

Suhardi menambahkan, kerjasama antara BNPT dengan Kemhub sendiri sejatinya telah berjalan sejak lama dalam beberapa aspek.

"Selama ini menyusunan SOP dalam lingkup transportasi juga dibantu dari Kemenhub. Apalagi kami mengoordinasikan dengan 36 kementerian/lembaga. Bahkan pegawai BNPT juga ada yang dari Kemenhub," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi menjelaskan bahwa ruang lingkup dari MoU ini sendiri meliputi penyusunan program, strategi, dan kegiatan penanggulangan terorisme di bidang transportasi; koordinasi penanggulangan terorisme di bidang transportasi; pemanfaatan kemampuan dan potensi sumber daya para pihak dalam penanggulangan terorisme

“Selain itu tentunya ada pertukaran data dan informasi dalam penanggulangan terorisme, peningkatan sumber daya manusia dalam penanggulangan terorisme, lalu ada sosialisasi penanggulangan terorisme di lingkungan Kemenhub dan kegiatan lain yang tentunya semuanya di bidang transportas," ujar mantan Wakapolda Metro Jaya ini.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya juga ingin memastikan dan menjamin bahwa negara ini aman dari ancaman terorisme, khususnya dalam hal lingkup transportasi baik sarana maupun prasarananya.

"Pak Jokowi selalu mengatakan fokus untuk melawan terorisme, bukan hanya dengan hard power namun juga menggunakan langkah soft power," ujar Budi Karya Sumadi.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya