Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KPU Pastikan Tidak Ada Data Baru Yang Disampaikan Kemendagri

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 19:26 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum memastikan 31 juta data perekaman KTP elektronik yang disampaikan oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri berasal dari data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4).

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menjelaskan, setelah muncul dugaan adanya DPT ganda sebanyak 25 juta, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan Kemendagri, Bawaslu, dan parpol peserta pemilu untuk melakukan pencermatan.

"Sehingga pencermatan yang dilakukan kemudian membuktikan bahwa yang 25 juta itu 1,1 juta potensi ganda. Berarti bukan 25 juta," katanya kepada wartawan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (12/12).


Setelah itu, KPU meminta Ditjen Dukcapil dan parpol peserta pemilu untuk melakukan analisis atas DP4 yang baru. Ditjen Dukcapil menyampaikan hasil analisis mereka yakni menemukan ada 31 juta data yang sudah direkam namun belum masuk DPT.

"Kemudian kita meminta kepada petugas di bawah melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) terbatas bila diperlukan. Untuk membuktikan bahwa katanya ada yang di dalam DP4 tidak terdaftar dalam DPT," ujar Evi.

Hasilnya, KPU menemukan data perekaman KTP-el yang belum masuk DPT tidaklah sebanyak 31 juta seperti yang disampaikan Ditjen Dukcapil.

"Jadi bukan data tambahan. Jadi, kami minta Dukcapil juga ikut menganalisis DPT kita, dan tentu saja dia menganalisis berdasarkan DP4. Ini bukan data baru," imbuh Evi. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya