Berita

Sandiaga Uno di Pasar Kota Pinang/Net

Politik

Pedagang Pasar Desak Sandiaga Hentikan Politisasi Harga

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 17:08 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pasca penolakan terhadap Sandiaga Uno di Pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara, Komite Pedagang Pasar bersama pedagang pasar seluruh Indonesia meminta agar calon wapres nomor urut 02 itu tidak lagi melakukan politisasi harga pangan.

"Kami bersama pedagang pasar se-Indonesia meminta agar Pak Sandiaga tak lagi melakukan kunjungan ke pasar walau hanya untuk mendengar keluhan permasalahan para pedagang dan pasar. Sebab kunjungan yang dilakukan Pak sandiaga mengakibatkan pasar-pasar menjadi sepi. Karena mendengar pernyataan Pak Sandiaga harga pangan di pasar-pasar selalu naik dan mahal, serta pasar dianggap tidak bisa bersaing dengan mall, supermarket dan minimarket," jelas Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/12).

Dia mengatakan, banyak pasar tradisional sepi pembeli salah satunya akibat pernyataan Sandiaga yang selalu menyebut barang-barang di pasar sangat mahal, selalu naik dan tidak mampu bersaing dengan pasar modern.


"Akibat bicaranya Pak Sandiaga bikin pasar menjadi sepi dan berkurangnya penghasilan pedagang pasar," kata Rosyid.

Hal tersebut juga menjadi keluhan para pedagang pasar di daerah-daerah. Di mana, usai kunjungan yang dilakukan, Sandiaga tidak memberikan solusi mengenai stabilitas harga dan penyelesaian permasalahan pedagang dan pasar melainkan pedagang hanya diberikan harapan janji-janji.

Namun, Sandiaga selalu bicara harga pangan dan barang-barang lainnya di pasar selalu naik dan mahal yang berimbas pasar menjadi sepi pembeli dan berdampak menurunnya penghasilan pedagang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPP akan membuat program pangan murah untuk pedagang.

"Penjualan pedagang kita buat sistem online dan saya akan melakukan kunjungan ke pasar tradisional dengan tema Gerakan Kembali Belanja ke Pasar Tradisional dalam upaya untuk menerima aspirasi keluhan permasalahan pedagang dan pasar se-Indonesia. Sekaligus  meningkatkan penghasilan pedagang dan kembali meramaikan pembeli di pasar-pasar," papar Rosyid. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya