Berita

Umay saat didoakan Ma'ruf Amin/Net

Politik

Doakan Korban KM Multi Prima I Ditemukan, Ma'ruf Minta Basarnas Kerja Maksimal

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 14:58 WIB | LAPORAN:

Duka mendalam ditunjukkan oleh calon wakil presiden, KH Ma'ruf Amin terhadap keluarga korban KM Multi Prima I yang tenggelam di Perairan Selat Bali, beberapa waktu lalu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini bahkan memanjatkan doa bagi para korban agar segera ditemukan.

Doa tersebut dipanjatkan oleh Ma'ruf Amin saat dirinya menemui salah seorang putri anak buah kapal (ABK) M Pande Saleh, Ummy Hadyah Saleh (Umay) di Rumah Situbondo Nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).


Saat itu, Umay yang merupakan wartawan dari Suara.com sedang bertugas meliput kegiatan Ma'ruf di tempat tersebut.

"Yang tenggelam di Selat Bali menggunakan KM Multi Prima, sampai hari ini belum diketemukan. Mudah-mudahan, keinginan, cita-citanya, hajatnya, dikabulkan Allah SWT dan diselamatkan," kata Ma'ruf yang dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah.

Masa pencarian tujuh hari pertama sudah dilakukan hingga 30 November lalu. Karena belum menemukan semua korban, Basarnas pun memperpanjang masa pencarian selama tiga hari. Namun masa perpanjangan tersebut sudah berakhir pada 3 Desember lalu.

Ma'ruf juga mendoakan agar proses pencarian 6 ABK yang belum ditemukan diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Makanya, dia meminta Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk terus melanjutkan proses pencarian secara maksimal.

"Mari kita aminkan. Ini harapan kita semua. Doa kita semua, semoga Ananda Umay, keluarganya, dan kita semua juga, memperoleh pertolongan Allah SWT," pinta Ma'ruf.

Kapal kargo rute Surabaya - Waingapu itu tenggelam karena diterjang gelombang di perairan Kapoposang Bali, Kamis (22/11) sekira pukul 18.00 Wita.

Ada 14 penumpang yang berlayar menggunakan kapal barang tersebut. Sebanyak 8 ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sisanya masih belum ditemukan. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya