Berita

Sandiaga saat diberi tempe oleh Sinta Nuriyah/Net

Politik

Perdebatan Pilpres Cenderung Recehkan Masalah Bangsa

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 13:55 WIB | LAPORAN:

Perdebatan antara dua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 dinilai tidak substantif. Bahkan cenderung “merecehkan” masalah rakyat, bangsa, dan negara.

Begitu kata Program Manager Pemantauan Konten dan Biaya Kampanye Capres di Media Massa dan Sosial dari Komunitas Satu Dunia, Anwari Natari dalam diskusi bertajuk "Konten Kampanye Pilpres di Media Sosial" di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Beginya, diksi kata kedua kubu dalam melempar isu ke masyarakat juga tidak mendidik. Salah satunya, pernyataan cawapres, Sandiaga Uno tentang tempe setipis kartu ATM.


"Kedua tim kampanye kedua kubu ini mungkin sedang merecehkan nalar masyarakat pemilih. Apakah memang persoalan negara itu boleh diremehkan hanya dengan ukuran tempe saja. Nah celakanya ketika tim 02, Prabowo-Sandi mempermasalahkan ketebalan tempe kemudian dibalas pula dengan masalah tempe juga," sesalnya.

Padahal, lanjut dia, persoalan bangsa ini bukan sekadar tempe yang tipis ataupun tebal. Masih banyak isu-isu yang belum diangkat oleh kedua belah pihak, sementara isu itu sangatlah penting. Di antaranya isu korupsi, hukum, bencana, gender, disabilitas, dan isu ekologi.

"Isu ekonomi aja yang diangkat seolah-olah persoalan masyarakat hanya sembako aja. Padahal lebih dari itu. Persoalan perempuan bukan soal tempe aja tapi jauh dan dalam dari itu," demikian Anwari. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya