Berita

Massa AMP Indonesia Menolak Lupa/Net

Politik

Massa Aksi: Komnas HAM Jangan "Gantung" Prabowo Subianto

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 13:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Memperingati Hari HAM Sedunia 2018, ratusan orang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Indonesia Menolak Lupa menggelar aksi tabur bunga dan doa bersama di depan kantor Komnas HAM di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (12/12).

Mereka mempertanyakan progres pemanggilan aktor kunci peristiwa kerusuhan 1997-1998 yang menyebabkan banyak aktivis yang hilang.

"Jangan lupakan sejarah masa lalu, bongkar kasus yang belum terkuak di 98. Komnas HAM kapan panggil dan periksa Prabowo Subianto?" tegas Koordinator AMP Indonesia Menolak Lupa, Fadly saat berorasi.


Lebih lanjut, Fadly mengaku pemanggilan mantan Danjen Kopassus itu dinilai sangat penting guna mencari benang merah peristiwa 98 yang masih menyimpan segudang rahasia.

"Benang merah masih kusut, pemanggilan Prabowo dalam kerusuhan Mei sangat penting sekali. Komnas HAM sudah sejauh mana melakukan penyelidikan, 20 tahun kemana aja kok Prabowo gak dipanggil-panggil?" jelas Fadly.

Pelaku dan dalang pelanggaran HAM masa lalu harus diseret ke pengadilan. Jangan biarkan keluarga korban memperjuangkan kasus pelanggaran HAM masa lalunya sendirian.

"Seret pelaku ke Pengadilan HAM Ad Hoc sesuai UU yang berlaku," tutur Fadly seperti dalam keterangan tertulis.

Massa aksi juga mempertanyakan alasan dokumen kasus pelanggaran HAM khususnya pelanggaran HAM berat tahun 1997-1998 yang diajukan Komnas HAM selalu ditolak oleh Kejaksaan Agung. Apalagi alasan penolakan yang diterimanya lantaran berkas Komnas HAM masih banyak persoalan, salah satunya adalah kejelasan dokumen pemanggilan Prabowo Subianto.

"Tunjukkan kalau Komnas Ham punya taring, panggil Prabowo," terang dia.

Fadly mendesak agar upaya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat tersebut segera dituntaskan agar tidak berlarut-larut. Pihaknya juga tidak ingin nama Prabowo menjadi tersandera dengan penuntasan kasus yang belum jelas.

"Komnas HAM jangan "gantung" Prabowo. Bekerja keraslah jangan makan gaji buta selesaikan masalah ini dengan cepat. Label pelanggar HAM pastinya sangat risih, makanya segera panggil Prabowo," imbuh Fadly.

Sementara itu, staf pengaduan Komnas HAM Popi menyatakan pihaknya hingga saat ini sudah mengumpulkan data-data terkait insiden itu dan sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan atas pelanggaran berat tersebut. Hasil investigasi atas peristiwa tersebut juga sudah mereka kantongi.

"Kami menunggu hasil dari Kejaksaan Agung atas hasil koordinasi yang sudah dibangun. Tim khusus sudah menanganinya," ujarnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya