Berita

Fadli Ramadhanil (dua dari kanan)/RMOL

Politik

Isu Korupsi Dan Bencana Diusulkan Jadi Materi Debat Pilpres

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 13:06 WIB | LAPORAN:

. Kampanye yang dilancarkan oleh kedua kubu pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 dinilai masih kurang menyentuh persoalan substansial. Isu korupsi, hukum, bencana, gender, disabilitas dan ekologi perlu dijadikan sebagai bahan untuk debat nanti.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, hal itu menunjukkan bahwa kedua kubu masih tidak seimbang dalam menempatkan semua persoalan bangsa.

"Isu korupsi sedikit, demokrasi dan HAM itu paling banyak dibahas," kata Fadli dalam diskusi bertajuk "Konten Kampanye Pilpres di Media Sosial" di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Rabu (12/12).


Baru-baru ini perkumpulan Satu Dunia melakukan penelitian atas akun-akun medsos yang dipakai oleh partai, capres-cawapres, dan tokoh partai. Hasilnya, paling banyak membahas isu ekonomi, demokrasi dan HAM.

Menurut Fadli, hal ini perlu dievaluasi oleh semua pemangku kepentingan. Utamanya KPU yang harus menjadikan penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai bahan perdebatan pilpres nanti.

"Ini bisa jadi salah satu dasar penilaian awal bagi KPU untuk merumuskan materi debat paslon, agar isu ini bisa dibicarakan dan publik bisa menangkap paslon punya agenda," pungkasnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya