Berita

Anwari Natari/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Menyedihkan, Dua Paslon Kesampingkan Isu Korupsi

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 12:19 WIB | LAPORAN:

. Malasah korupsi, hukum, bencana dan disabilitas adalah isu yang kurang mendapat perhatian dari dua pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu tampak jelas dari postingan-postingan akun resmi kedua kubu.

Program Manager Pemantauan Konten dan Biaya Kampanye Capres di Media Massa dan Sosial dari Komunitas Satu Dunia, Anwari Natari mengatakan pihaknya memperoleh informasi tentang itu berdasarkan penelitian atas akun-akun medsos yang dipakai oleh partai, capres-cawapres dan tokoh partai. Akun-akun ini terdaftar di KPU.


Adapun data mereka peroleh dari situs www.iklancapres.id.

"Jadi ada 33 akun yang kita pantau dan 842 postingan yang terdiri dari FB, Twitter, dan Instagram. Jokowi-Ma'ruf 16 akun, Prabowo-Sandi 18 akun," katanya dalam diskusi bertajuk "Konten Kampanye Pilpres di Media Sosial" di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Dijelaskannya, dari semua akun itu, kedua pasangan calon dengan hanya berfokus pada isu ekonomi. Sedangkan isu lain yang juga penting bagi masyarakat cenderung dikesampingkan.

Buktinya, dari pemantauan mereka, kubu pasangan Prabowo-Sandi memposting tentang isu ekonomi sebanyak 211 kali, sedangkan kubu Jokowi-Ma'ruf 87 kali.

Hal itu berbanding terbalik dengan isu lain seperti isu gender yang hanya 2:17 (Jokowi-Ma'ruf : Prabowo-Sandi), keberagaman 39:85, hukum 10:11, HAM 2:26, serta isu disabilitas yakni 2:19.

"Nah ini yang paling menyedihkan adalah isu korupsi. Cuma 4:5 (Jokowi-Ma'ruf : Prabowo-Sandi). Jadi sepi sekali obrolan tentang korupsi di kedua kubu ini. Mungkin kedua kubu masih malu-malu ngomongin korupsi karena kedua kubu mungkin ada track record yang sama. Jadi korupsi tak mengenal partai. Korupsi mah korupsi saja," ujarnya.

"Isu ekonomi saja yang diangkat seolah-olah persoalan masyarakat hanya sembako," tutup Anwari Natari menambahkan. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya