Berita

Lautan manusia di Dataran Merdeka dalam aksi 812/Free Malaysia Today

Dunia

Serupa Tapi Tak Sama, Daulat 812 Di Kuala Lumpur Dan Aksi 212 Di Jakarta

SABTU, 08 DESEMBER 2018 | 20:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pada hari ini, tepatnya hari Sabtu (8/12), puluhan ribu warga Malaysia turun ke jalanan di Dataran Merdeka, jantung ibukota Kuala Lumpur.

Mengusung nama daulat 812, yang merujuk pada tanggal digelarnya aksi, mereka yang turun ke jalan satu suara menentang ratifikasi Konvensi Internasional yang didukung PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD).

Konvensi ini mengecam diskriminasi dan menyerukan kepada negara-negara yang meratifikasinya untuk mengejar kebijakan penghapusan diskriminasi rasial dalam segala bentuk.


Namun, sejumlah pihak di Malaysia menilai, ratifikasi konvensi ini akan dapat mengancam nilai-nilai Islam dan Melayu.

Suara penolakan ratifikasi konvensi ini telah digaungkan pihak oposisi dan sejumlah kelompok masyarakat di Malaysia sejak beberapa waktu belakangan.

Pada akhirnya, pemerintah Malaysia pun memutuskan untuk tidak meratifikasi konvensi itu. Mengutip Channel News Asia, keputusan itu dibuat pada tanggal 23 November lalu. Pada saat itu, Kantor Perdana Menteri Malaysia mengumumkan bahwa pemerintah Pakatan Harapan (PH) tidak akan meratifikasi ICERD seperti yang direncanakan, dan akan terus menegakkan Konstitusi Federal.

Oposisi yang memotori aksi 812 atau daulat 812 ini telah lebih dulu menjadwalkan aksi dan memilih untuk tetap melanjutkan aksi hari ini, kendati tuntutan mereka untuk menolak ratifikasi, telah dipenuhi oleh pemerintah.

Aksi protes hari ini diikuti partai oposisi Organisasi Nasional Bersatu Bersatu (UMNO) dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS), bersama dengan kelompok hak-hak Melayu Perkasa.

Serupa tapi tak sama dengan aksi 212 yang dilakukan di Jakarta pekan lalu, daulat 812 ini dilakukan dengan melibatkan puluhan ribu massa yang datang dari berbagai daerah di Malaysia. Mereka berkumpul di dua titik kumpul utama, yakni Masjid Jamek dan Masjid Nasional.

Kedua masjid tersebut letaknya dekat dengan lokasi utama aksi, yakni Dataran Merdeka yang merupakan jantung ibukota Kuala Lumpur.

Mayoritas warga yang terlibat menggunakan pakaian putih dan tampak memenuhi ruas jalan di Dataran Merdeka. Meski jumlah massa berkisar di antara puluhan ribu dan tidak seperti aksi 212 yang mencapi angka ratusan ribu, namun gambar-gambar yang beredar menunjukkan lautan manusia berbaju putih memadati Dataran Merdeka. Gambar-gambar tersebut mengingatkan dengan gambar lautan manusia berbaju putih yang memadati kawasan Monas pekan lalu.

Selain itu, meski motivasi dari aksi 212 dan daulat 812 berbeda, namun kedua aksi tersebut sama-sama memperjuangkan nilai-nilai Islam.

Di tengah aksi daulat 812, banyak kaos, spanduk dan poster berisi slogan-slogan perjuangan nilai-nilai Islam.

"ICERD Mengancam Kedudukan Islam dan Melayu," begitu bunyi salah satu slogan di kaus yang dijajakan di dekat lokasi aksi.

"Bantah ICERD, Umat Islam Adalah Bersaudara," bunyi poster lain yang dibawa di tengah aksi.

"Hormati Hak Melayu Bumiputera," bunyi slogan lainnya.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang ikut ambil bagian dalam aksi tersebut, sehari sebelumnya juga menggaungkan seruan di akun Twitternya.

"Demi agama, bangsa dan tanah air. Ayuh bangkit! #KL812 #Daulat812," tulis Najib.

Aksi yang dilakukan selepas waktu dzuhur itu pun berlangsung damai dan tanpa insiden berarti. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya