Berita

Foto/Net

Politik

Spanduk #JKWBersamaPKI Cari Simpati Di Tengah Penurunan Elektabilitas

SABTU, 08 DESEMBER 2018 | 17:01 WIB | LAPORAN:

Spanduk bernada provokatif bertuliskan tanda pagar #JKWBersamaPKI terpasang di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Diduga kuat, pemasangan spanduk untuk mencari simpati masyarakat demi menaikkan elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, saat ini tingkat elektabilitasnya kian merosot.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Syafti Hidayat mengatakan, skenario playing victim atau memosisikan diri sebagai korban semacam itu sangat mudah terbaca oleh publik.


"Skenario seperti yang diduga ini memang gampang terbaca," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (8/12).

Tidak lain dan tidak bukan, menurutnya, dugaan playing victim digunakan sebagai cara meraih simpati publik demi peningkatan elektabilitas di Pilpres 2019.

"Di tengah merosotnya simpati publik kepada petahana, ya tujuannya Pilpres 2019," tegas Ucok, begitu dia disapa.

Selain tulisan #JKWBersamaPKI, dalam spanduk juga ditulis tagar lain yakni #PKIBerkedokPancasila, #JKWHoaxNasional, #JKWGunderuwoNasional, #JKWSontoloyoNasional, dan 2019 Tenggelamkan PKI. Saat ini Polsek Tanah Abang bersama Bawaslu DKI Jakarta tengah menelusuri pelaku pemasangan spanduk. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya