Berita

Imran Khan/Net

Dunia

PM Khan: Pakistan Bukan Senjata Sewaan AS

JUMAT, 07 DESEMBER 2018 | 23:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyatakan penyesalan atas kesepakatan masa lalu negaranya dengan Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa Pakistan tidak akan lagi bertindak sebagai "senjata sewa" untuk Amerika Serikat.

“Saya tidak akan pernah ingin memiliki hubungan di mana Pakistan diperlakukan seperti senjata sewaan, diberikan uang untuk melawan perang orang lain. Kita seharusnya tidak pernah menempatkan diri kita di posisi ini lagi,” kata Khan dalam wawancara dengan Washington Post yang diterbitkan pada hari Kamis (6/12).

Menanggapi klaim Amerika Serikat bahwa Pakistan telah menyembunyikan militan di dalam perbatasannya, Khan menekankan bahwa negaranya sebenarnya telah melayani Amerika Serikat dengan berpartisipasi dalam apa yang disebut perang melawan teror.


“Jika kita tetap netral setelah 9/11, saya rasa kita akan menyelamatkan diri dari kehancuran yang terjadi sesudahnya. Dengan menjadi negara garis depan bagi Amerika Serikat dalam perang melawan teror,” sambung Khan.

“Itu tidak hanya mengorbankan nyawa manusia, menghancurkan wilayah kesukuan kami, tetapi juga merugikan martabat kami," tambahnya seperti dimuat ulang Press TV.

Komentar pedas Khan tentang hubungan negaranya dengan Amerika Serikat muncul di tengah ketegangan retorika Khan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu.

Khan menolak tuduhan Trump bahwa Pakistan tidak melakukan apa-apa untuk memerangi terorisme meski menerima miliaran dolar bantuan Amerika Serikat. Khan justru menggarisbawahi kegagalan Amerika Serikat dalam mengakhiri konflik di Afghanistan setelah menghabiskan waktu hampir dua dekade di negara itu. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya