Berita

Huawei/Reuters

Dunia

Jepang Segera Stop Beli Peralatan Pemerintah Dari Huawei Dan ZTE?

JUMAT, 07 DESEMBER 2018 | 11:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jepang bersiap untuk melarang pembelian peralatan pemerintahan dari perusahaan teknologi asal China, Huawei Technologies Co Ltd dan ZTE Corp.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan pertahanannya terhadap kebocoran intelijen dan serangan siber.

Begitu kata seorang sumber yang dimuat Reuters (Jumat, 7/12).


Surat kabar lokal Yomiuri, yang pertama kali melaporkan kabar tersebut memperkirakan bahwa pemerintah Jepang akan merevisi aturan internal terkait pengadaan sedini mungkin.

Sumber yang sama mengatakan, pemerintah Jepang tidak berencana untuk secara khusus menyebutkan nama Huawei dan ZTE dalam revisi, tetapi akan menempatkan langkah-langkah yang ditujukan untuk memperkuat keamanan yang berlaku bagi perusahaan.

Langkah ini mengikuti keputusan yang diambil oleh Amerika Serikat tahun ini untuk melarang pembelian perangkat Huawei oleh pemerintah.

Badan-badan intelijen Amerika Serikat menuduh Huawei terkait dengan pemerintah China dan bahwa peralatannya dapat berisi "ruang belakang" untuk digunakan oleh mata-mata, meskipun tidak ada bukti yang diproduksi secara publik dan perusahaan telah menolak klaim tersebut.

Bukan hanya itu, Australia dan Selandia Baru juga telah memblokir Huawei dari membangun jaringan 5G.

Sedangkan grup BT Inggris mengatakan pada hari Rabu mereka menghapus peralatan Huawei dari inti operasi seluler 3G dan 4G yang ada dan tidak akan menggunakan perusahaan di bagian tengah dari jaringan berikutnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya