Berita

Meng/Reuters

Dunia

Penangkapan Eksekutif Huawei Bisa Kobarkan Kembali Perang Dagang AS-China

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 | 19:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penangkapan putri pendiri raksasa telekomunikasi China, Huawei, yakni Meng Wanzhou mengobarkan kembali ketegangan terkait perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Penangkapan Meng yang juga merupakan kepala keuangan Huawei itu dilakukan 1 Desember lalu di Kanada dan akan segera diekstradisi ke Amerika Serikat. Namun kabar soal penangkapannya baru dirilis beberapa hari kemudian oleh otoritas keamanan Kanada.

Penangkapan yang mengejutkan itu menimbulkan keraguan baru atas penundaan selama 90 hari atas perang tarif dagang yang telah disepakati kedua pemimpin negara akhir pekan kemarin.


Belum ada konfirmasi mengenai apa penyebab Meng ditangkap serta bagaimana penangkapan terjadi.

Lu Xiang, seorang ahli hubungan China-AS di Akademi Ilmu Sosial China yang didukung negara, mengatakan penangkapan Meng sangat mengejutkan.

"Jika seseorang dari Amerika Serikat berharap untuk menggunakan ancaman terhadap keselamatan pribadi seseorang untuk menambah berat dalam pembicaraan, maka mereka pasti salah perhitungan," katanya.

"Saya percaya bahwa pemerintah China akan menggunakan kekuatan maksimum untuk memperjuangkan kebebasan dan keadilan untuk Meng Wanzhou," sambungnya.

Sementara itu, Arthur Kroeber, pendiri Gavekal Dragonomics, mengatakan bahwa tidak mungkin Beijing akan membalas terhadap komunitas bisnis Amerika Serikat, yang sebagian kepentingannya tumpang tindih dengan China dalam perang dagang dan menjadi sumber pengaruh bagi Beijing.

Jia Wenshan, seorang profesor di Chapman University di California, mengatakan penangkapan itu beresiko sangat besar untuk menggagalkan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya