Berita

Putin/net

Dunia

Putin: Rusia Bangun Rudal Jika AS Tinggalkan INF

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 | 09:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia akan mengembangkan rudal yang dilarang berdasarkan perjanjian Perang Dingin jika Amerika Serikat keluar dari pakta tersebut.

Begitu kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (5/12). Pernyataannya itu menanggapi tuduhan NATO sehar sebelumnya yang mengatakan bahwa Rusia telah melanggar pakta yang secara resmi bernama Intermediate-range Nuclear Forces (INF).
 
Ditandatangani pada tahun 1987 oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet, INF melarang penggunaan rudal jarak pendek dan menengah oleh kedua negara.


Namun Putin mengatakan tuduhan itu adalah dalih bagi Amerika Serikat untuk meninggalkan pakta tersebut.

Dalam komentar di televisi, pemimpin Rusia itu mengatakan banyak negara lain telah mengembangkan senjata yang dilarang di bawah perjanjian INF.

"Sekarang tampaknya mitra Amerika kami percaya bahwa situasinya telah berubah begitu banyak sehingga (mereka) juga harus memiliki senjata semacam itu," katanya seperti dimuat Reuters.

"Apa tanggapan kita? Ini sederhana, kalau begitu kita juga akan melakukan ini," sambungnya.

Diketahui bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan negara akan meninggalkan perjanjian itu karena tindakan Rusia.

Namun Rusia menilai bahwa Amerika Serikat tidak memiliki bukti atas klaim tersebut dan itu hanya digunakan sebagai dalih untuk meninggalkan INF. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya