Berita

Meng/Net

Dunia

Diduga Langgar Sanksi AS, Kanada Tangkap Eksekutif Huawei

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 | 09:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas Kanada menangkap putri pendiri raksasa telkom China Huawei Ren Zhengfe, yakni Meng Wanzhou atas permintaan penegak hukum Amerika Serikat.

Meng juga diketahui menjabat kepala bagian keuangan dan wakil ketua Huawei.

Departemen Kehakiman Kanada pada Rabu (5/12) merilis pernyataan yang menyebut bahwa Meng ditangkap di Vancouver pada 1 Desember lalu.


Saat ini Meng tengah dalam upaya untuk diekstradisi atas permintaan Amerika Serikat.

Sementara itu pihak Huawei mengatakan pihaknya memiliki sedikit informasi tentang tuduhan itu dan tidak mengetahui kesalahan apa pun yang telah dilakukan oleh Meng.

Pihak Huawei menyebut, Meng ditahan saat tengah mentransfer antar penerbangan di Kanada.

Jurubicara Departemen Kehakiman Kanada mengatakan bahwa Meng akan menghadapi pemeriksaan jaminan pada hari Jumat (7/12).

Namun belum ada penjelasan lebih lanjut soal kasus yang menjerat Meng.

Sementara itu, media Amerika Serikat, seperti dimuat BBC, beberapa waktu terakhir melaporkan bahwa Huawei sedang diselidiki untuk potensi pelanggaran sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

Anggota parlemen Amerika Serikat juga berulang kali menuduh perusahaan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat, dengan alasan bahwa teknologinya dapat digunakan untuk memata-matai oleh pemerintah China. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya