Berita

Syahganda Nainggolan/RMOL

Politik

OJK Terlampau Superior, DPR Akan Diminta Revisi UU 21/2011

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 21:40 WIB | LAPORAN:

Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlampau besar. DPR RI pun diminta untuk segera merevisi UU 21/2011 tentang OJK.

Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa kewenangan lembaga yang bertugas mengawasi lembaga keuangan, bank, maupun non bank itu seperti mengambil setengah dari kerjaan Bank Indonesia.

Untuk mengawasi kinerja OJK, Syahganda bahkan telah menggagas pembentukan OJK Watch Indonesia. Selain itu, calon anggota legislatif dari PAN ini berencana melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR RI untuk merevisi UU OJK.


"Sudah satu periode. Sekarang ini kita lihat OJK itu sudah sampai ke batas superior," katanya di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Rabu (5/12).

Syahganda menerangkan bahwa kewenangan OJK yang berlebih ini pernah diadukan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng ke Mahkamah Konstitusi. Namun uji materi UU OJK ditolak.

Lantaran UU OJK sudah tidak bisa digugat, Syahganda memilih jalur revisi UU melalui DPR. Dia ingin ada dewan etik OJK, layaknya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau seperti kehadiran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang selalu mengawasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kalau bisa mendesak DPR untuk merevisi UU OJK baru biar ada yang bisa ngawasin kenapa tidak. Sekarang kan OJK nggak ada yang ngawasin,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya